Asialive88 menyatukan dua pekerjaan yang tidak bisa dipisahkan: menjaga alam di sekitar sungai dan membiakkan ikan air tawar asli untuk dikembalikan ke habitatnya. Hulu yang terjaga, tepian yang rimbun, dan benih yang sehat adalah satu rangkaian kerja yang sama.
Garis di tengah terisi mengikuti gulir Anda. Setiap titik adalah satu tahap yang dijalankan di fasilitas penetasan Asialive88.
Induk dipilih dari spesies asli perairan setempat, sehat, dan berasal dari garis keturunan yang beragam agar benih tidak kehilangan keragaman genetik.
Induk dipijahkan pada suhu dan aliran yang meniru musim pemijahan alami. Telur yang terbuahi segera dipindahkan ke wadah inkubasi yang bersih.
Telur dijaga dalam air beroksigen tinggi dengan suhu stabil. Telur yang mati diangkat setiap hari supaya tidak menjadi sumber jamur bagi telur lainnya.
Larva bertahan dari kantung kuning telurnya, lalu diperkenalkan pada pakan alami berukuran mikro. Air yang tenang dan cahaya redup mengurangi stres.
Benih dipindahkan ke kolam pendederan dengan kepadatan rendah, disortir berdasarkan ukuran, dan pertumbuhannya dicatat setiap minggu.
Sebelum dilepas, benih dibiasakan bertahap dengan suhu dan kualitas air sungai tujuan, lalu dilepas di titik yang sudah disurvei bersama relawan.
Angka berikut adalah acuan umum untuk ikan air tawar tropis, bukan standar baku. Kisaran ideal berbeda untuk setiap spesies dan setiap tahap hidupnya.
Di bawah angka ini ikan mulai megap-megap di permukaan dan telur gagal menetas.
Air yang terlalu asam atau terlalu basa melukai insang dan menghambat perkembangan larva.
Suhu yang stabil lebih penting daripada suhu “sempurna” yang naik turun sepanjang hari.
Lumpur berlebih menutup insang dan menghalangi cahaya yang dibutuhkan pakan alami untuk tumbuh.
Sentuh atau arahkan kursor ke setiap panel untuk membukanya. Semua spesies di bawah ini berasal dari perairan tawar Indonesia.
Ikan asli Jawa, Sumatra, dan Kalimantan yang memakan tumbuhan air. Cepat beradaptasi sehingga sering menjadi spesies pertama yang dibiakkan untuk memulihkan sungai berarus sedang.
Pemangsa asli perairan tenang di Asia Tenggara. Mampu bertahan di air beroksigen rendah dan menjaga agar populasi ikan kecil tidak meledak tanpa kendali.
Ikan berkumis penghuni dasar sungai yang aktif pada malam hari. Kehadirannya menandakan dasar sungai yang masih sehat dan tidak tertutup lumpur tebal.
Ikan sungai besar dari Sumatra dan Kalimantan yang gemar memakan buah yang jatuh dari pohon tepian. Nasibnya bergantung langsung pada hutan di pinggir sungai.
Ikan air deras dari hulu sungai berbatu yang hanya bertahan di air bersih, dingin, dan kaya oksigen. Jumlahnya terus menurun sehingga menjadi prioritas pembiakan.
Konservasi alam tidak berhenti di fasilitas penetasan. Gerakkan kursor di atas kartu dan lihat kartu mengikuti arah Anda.
Sampah plastik di tepian pada akhirnya masuk ke air dan tertelan ikan. Satu pagi kerja bakti sudah mengubah wajah satu bentang sungai.
Akar bambu, beringin, dan rumput tepian menahan longsor, meneduhkan air, dan menjatuhkan buah yang menjadi pakan ikan seperti jelawat.
Warna, bau, dan kejernihan yang dicatat setiap minggu menjadi data awal yang berharga ketika terjadi pencemaran mendadak.
Pelepasan yang baik memakai spesies asli, di lokasi yang disurvei, pada waktu yang tepat. Relawan membantu menghitung dan mendokumentasikan.
Jangan melepas ikan hias ke sungai, jangan menyetrum atau meracun ikan, dan ajak tetangga untuk melakukan hal yang sama.
Jawaban singkat untuk pertanyaan yang paling sering kami terima dari pengunjung dan relawan.
Tempat yang menggabungkan dua kerja sekaligus: menjaga habitat berupa air, tepian, dan hutan di sekitarnya, serta membiakkan ikan asli untuk memulihkan populasi. Keduanya tidak dipisahkan karena benih tanpa habitat tidak akan bertahan.
Spesies asli sudah menjadi bagian dari rantai makanan setempat. Spesies pendatang dapat menjadi invasif, memangsa anakan ikan lokal, dan membawa penyakit yang belum dikenal di perairan tersebut.
Lokasi disurvei terlebih dahulu: kualitas air, ketersediaan pakan alami, tempat berlindung, dan tidak adanya sumber pencemar. Jumlah benih disesuaikan dengan daya dukung sungai, bukan sebanyak-banyaknya.
Bisa. Kerja bakti bersih sungai, penanaman tepian, pencatatan kondisi air, dan edukasi lingkungan tidak memerlukan keahlian khusus. Tahap teknis pembiakan ditangani oleh teknisi penetasan.
Hubungi koordinator lapangan melalui kontak yang tercantum di situs ini. Jadwal pelepasan disesuaikan dengan musim, hasil pemantauan air, dan kesiapan benih di kolam pendederan.
Tidak. Materi di halaman ini bersifat edukatif dan umum. Kegiatan pelepasan ikan dan pengelolaan perairan tetap mengikuti ketentuan dinas terkait di daerah Anda.
Empat anggapan yang sering terdengar tentang konservasi alam dan pembiakan ikan. Klik kartu untuk membaliknya.
Ikan hias sering kali merupakan spesies asing. Di alam ia bisa berkembang tanpa pemangsa alami, memangsa anakan ikan asli, dan membawa penyakit baru.
KembaliBenih yang dilepas ke air tercemar akan mati atau pergi mencari perairan lain. Pemulihan habitat harus mendahului pelepasan, bukan menggantikannya.
KembaliPohon tepian meneduhkan air, menahan erosi, dan menjatuhkan serangga serta buah yang menjadi pakan alami. Tanpa pohon, suhu air naik dan pakan berkurang.
KembaliTahap teknis memang ditangani teknisi penetasan, tetapi keberhasilan pelepasan bergantung pada warga yang menjaga sungai setiap hari.
KembaliSeluruh konten di halaman ini bersifat edukatif dan umum. Ketentuan pelepasan ikan dan pengelolaan perairan mengikuti aturan yang berlaku di daerah masing-masing.